Video iklan atau promosi banyak dibutuhkan di era modern seperti ini. Setiap pemilik brand maupun perusahaan perlu membuat video promosi untuk strategi marketing. Sebab melalui video promosi, terbukti mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merk atau brand. Selain untuk tujuan brand awareness, video promosi juga bisa meningkatkan penjualan produk. Maka tak heran banyak perusahaan yang menyewa jasa production house iklan, agar mendapatkan hasil video yang lebih menarik.

Tidak semua perusahaan ataupun brand owner yang membuat video promosi mereka sendiri. Perusahaan biasanya ada yang secara langsung menunjuk production house. Namun ada juga yang melalui proses tender untuk memilih production house yang tepat dalam produksi iklan tersebut. Nah, dalam pembuatan video promosi tersebut sejauh manakah perusahaan atau pemilik brand dapat turut serta? Ada baiknya kamu menyibmak tahapan apa saja dalam pembuatan video promosi. Nah, simak ulasan di bawah ini, ya!

Pra-Produksi

Pada tahapan pra-produksi ini Perusahaan yang memakai jasa production house bisa mengkonsultasikan video yang akan diproduksi. Setelah konsep ditentukan, script dan moodboard yang sudah dibuat, saat proses pitching vendor akan dikembangkan lebih lanjut oleh sutradara. 

Pada tahap pertama sutradara biasanya akan membuat director’s board atau storyboard versi sutradara yang disesuaikan dengan visi dan misi dari si sutradara tersebut. Karena board inilah yang akan menjadi panduan saat hari shooting nanti. Selain director’s board, sutradara akan membuat director’s treatment. Yaitu panduan treatment yang akan membantu perusahaan (brand) dan seluruh tim yang terlibat dapat memahami visi dan misi sutradara dalam produksi video iklan tersebut. 

Di saat meeting pertama sutradara akan menjelaskan tentang treatment yang akan dijalaninya kepada perusahaan atau brand dan kru yang terlibat. Director’s treatment terdiri dari referensi set ruangan, referensi busana, referensi tata rias dan tata rambut, referensi musik, referensi editing, dan foto lokasi shooting. Lalu, foto talent atau artis yang akan berperan didalam video iklan tersebut juga masuk dalam director’s treatment. Pada video iklan, pemilik brand memiliki hak untuk dapat memberikan masukannya pada saat meeting pertama dan meeting akhir. Masukan brand biasanya lebih cenderung ke hal yang berhubungan dengan product placement atau mandatory brand.

 

Produksi

Setelah final meeting dan perusahaan sudah menyetujui storyboard dan treatment sutradara, waktunya untuk mengubah cerita menjadi visual. Proses shooting video dilakukan di waktu dan tempat yang sudah disepakati bersama, pihak production house akan memberikan jadwal dan call sheet kepada client. Proses shooting, akan mengacu pada storyboard dan director’s treatment, biasanya akan ada beberapa penyesuaian disesuaikan dengan kondisi saat shooting di lapangan.

Pada saat proses produksi video biasanya perwakilan pihak perusahaan atau brand owner akan terlibat dalam memberi masukan pada hal yang berhubungan dengan product placement. Sebab dalam beberapa kasus ada pedoman khusus yang cukup spesifik. Contohnya seperti cara penggunaan produk atau produk yang memiliki bagian khusus dan butuh eksplorasi lebih lanjut secara framing camera.

 

Pasca Produksi

Setelah proses shooting selesai dilakukan dan seluruh isi dari storyboard sudah diambil, saatnya melanjutkan tahap berikutnya yaitu tahap pasca produksi atau editing. Dimulai dengan offline editing, tahap dimana susunan frame by frame disusun sesuai dengan cerita yang ada di storyboard, sampai dengan kesepakatan untuk picture lock, yaitu susunan frame by frame sudah disetujui oleh client.

Selanjutnya masuk dalam tahap online editing, pada tahap ini video akan di colour grading atau pewarnaan video. Kemudian tahap online selanjutnya video akan ditambahkan visual effect seperti CGI (Computer-Generated Image), motion graphic, dan animasi (animation) 2D atau 3D jika memang diperlukan sesuai konsep awal video.

Dan yang terakhir adalah tahap final mixing, untuk finalisasi audio, yang terdiri dari penjernihan sound, penyesuaian volume dan penambahan sound effect untuk menambah mood dari video tersebut. Pada tahap pasca produksi ini client akan sangat terlibat selama prosesnya, hal ini bertujuan untuk membantu supervisi video iklan agar dapat rampung dan sesuai dengan rencana di awal.

 

Dalam pembuatan video promosi diperlukan sebuah pehaman dan ketelitan didalamnya. Sehingga pesan yang ingin disampaikan oleh perusahaan atau pemilik brand dapat tersampaikan secara penuh kepada penontonya. Biasanya production house akan membantu pemilik brand dari awal sampai akhir produksi.

Apakah ulasan di atas cukup membantumu? Jika kamu memiliki pertanyaan seputar pembuatan video iklan, kamu dapat menghubungi Monster Studio. Kami siap membantu pembuatan video promosimu, lho!

 

 

Share This Story, Choose Your Platform!