Sinematografi dan videografi penting dipelajari jika kalian ingin melakukan social media dan digital marketing yang menggunakan format video. Kenapa sih harus repot belajar dua hal tersebut, tinggal rekam dan edit aja kan bisa. Ya bisa saja sih, tapi berbeda jika kalian ingin video promosi yang estetik dan hasil pengambilan sebuah gambar yang menarik. 

Banyak strategi pemasaran bisnis yang kini gencar dilakukan dengan pembuatan video promosi. Tak hanya pebisnis dengan skala besar atau multinasional, pelaku usaha kecil pun juga. Sebab strategi digital marketing menggunakan video dinilai lebih efektif untuk menciptakan brand awareness. Sebab penyampaian promosi digital dengan video lebih mudah menjangkau target atau konsumen, terutama generasi milenial. 

Promosi menggunaka video lebih menari karena pengenalan produk dengan gambar bergerak yang dilengkapi dengan audio pendukung yang sesuai. Jika video anda catchy, tentunya ini akan berdampak pada tidak asingnya pelanggan ketika mendengar nama produk, walaupun mereka sendri belum pernah mencoba produk itu. 

Ada beberapa hal yang perlu Andaketahui jika ingin hasil video sesuai harapan. Penasaran kan, apa sih bedanya sinematografi dan videografi? Lalu bagaimana caranya membuat video promosi estetik? Yuk simak ulasan berikut.

Perbedaan Sinematografi Dan Videografi

Ilustrasi Videografi (Photo by Matteo Bernardis on Unsplash)

Dalam dunia pembuatan film, sinematografi dan videografi memiliki arti dan fungsi yang berbeda. Sehingga ketika hendak membuat video, Andaharus menentukan teknik pengambilan gambar yang akan digunakan. Begitu pun peralatan apa saja yang harus disiapkan, menentukan alur cerita, hingga menyusun storyboard agar video terkonsep dengan sempurna.

Tak lupa, alokasi dana dalam membuat sebuah video juga harus diperhatikan. Anda bisa menyesuaikan budget yang dimiliki dengan memilih dua teknik pengambilan video, apakah akan menggunakan Sinematografi dan videografi

Teknis Pembuatan

Ilustrasi Sinematografi (Photo by Daniel Alpernia on Unsplash)

Dalam membuat video, sinematografer membutuhkan banyak tim untuk bekerja sama dalam membuat sebuah proyek video. Sebab teknik ini tidak hanya asal membuat video. Dalam pembuatannya diperlukan efek visual yang rumit, kamera yang tidak sedikit, dan sebagainya. 

Berbeda dengan sinematografer, videografer bahkan bisa mengerjakan proyeknya seorang diri  hingga proses editing. Karena teknik ini tidak terlalu susah untuk dikerjakan sendiri. Begitu pula dengan efek visual yang sederhana, serta penggunaan satu kamera pun bisa dilakukan. 

Untuk Media Promosi, Mana Yang Lebih Baik? 

Semua sebenarnya tergantung tujuan video promosi. Misalnya Anda ingin mempromosikan produk yang dijual dengan menggunakan video marketing yang sederhana. Sehingga tidak memerlukan tampilan seperti dalam sebuah film. Maka teknik videografi adalah pilihan yang tepat untuk Anda. 

Menggunakan teknik sinematografi biasanya digunakan untuk usaha yang bergerak di bidang industri film maupun bisnis yang membutuhkan alur cerita yang sangat kompleks dengan durasi yang lama. 

Semoga penjelasan perbedaan Sinematografi dan videografi ini bisa membantu Anda memilih teknik pembuatan video yang sesuai dengan kebutuhan promosi Anda. Jika anda memang menginginkan video promosi dengan budget terjangkau dan lebih sederhana, teknik videografi adalah solusinya. Namun jika budget pembuatan video Anda berlimpah, anda bisa membuat video marketing dengan teknik sinematografi.

Baca juga : Perbedaan Videografi dan Sinematografi Untuk Pemula

Share This Story, Choose Your Platform!