Di era sekarang ini banyak film indie yang beredar di berbagai platform. Kreatifitas dituntut dalam pembuatan film indie. Nah, tapi bagaimana sih caranya membuat film indie? Tahap apa saja sih yang harus dilakukan? Yuk, kita simak!

Pra Produksi

Di tahap ini waktunya kalian untuk membuat outline atau rencana kasar sebagai dasar pelaksanaan proyek film kalian nih. Outline bisa diuraikan berupa poin-poin pekerjaan yang akan dilakukan untuk menyatukan visi dan persepsi. Selain outline, kalian juga harus mempersiapkan skenario dan storyboard untuk mempermudah di tahap selanjutnya yaitu produksi dan paska produksi.

Dengan adanya skenario dan storyboard, kalian bisa menjabarkan per adegan yang akan memudahkan pada saat pengambilan gambar. Next, rencana anggaran biaya! Ini penting banget karena tanpa anggaran biaya yang terencana dan menentukan segala sesuatunya berdasarkan spekulasi, kalian bisa mengalami kerugian yang besar.

Ini penting banget karena tanpa anggaran biaya yang terencana, dikhawatirkan penentuan segala sesuatunya akan berdasarkan spekulasi, sehingga kalian bisa mengalami kerugian yang besar.

Produksi

Tahap selanjutnya adalah tahap produksi. Dengan bermodalkan persiapan yang matang di pra produksi, kalian bisa memantapkan tahap ini dengan baik juga. Apa saja sih yang biasanya dilakukan di proses produksi? Ya, tentu saja proses syuting dan pengambilan kebutuhan film lainnya seperti take suara, animasi dan sebagainya. Di tahap ini, pencahayaan, blocking, dan shooting adalah tiga unsur penting dalam pembuatan film indie.

Paska Produksi

Setelah proses produksi selesai dan menghasilkan banyak footage atau koleksi video, proses selanjutnya adalah paska produksi atau biasa dikenal dengan istilah Post-production. Tahap ini secara umum adalah proses penyuntingan gambar oleh seorang editor.

Editor bertugas untuk menyusun footage dan menambahkan efek visual, gambar, judul, dan soundtrack. Ada beberapa software yang biasa digunakan saat proses paska produksi, developer software seperti Adobe dan Blackmagic Design adalah developer yang paling banyak digunakan untuk paska produksi. Secara garis besar, proses paska produksi dibagi menjadi 2 kategori, yaitu Audio dan Visual.

Software seperti Adobe Premiere Pro, Adobe After Effect, DaVinci Resolve dan Cinema4D adalah software yang paling umum digunakan untuk proses editing Visual. Sedangkan software seperti Adobe Audition, Logic Pro X, FL Studio, Cubase, dan Audacity adalah deretan software yang biasa digunakan untuk editing suara.

Monster Studio

Ingin tetap membuat film indie tapi merasa rumit dengan ketiga tahapan tadi? Tidak perlu khawatir karena Monster Studio ada untuk kalian dan dapat membantu dalam proses pembuatan film indie.

Monster Studio yang bergerak di bidang jasa pembuatan video dan film dapat menjadi pilihan utama Anda dalam mewujudkan film indie yang Anda harapkan. Tidak perlu berlama-lama, ngopi bareng yuk sambil bincang-bincang ringan tentang film indie kamu. (EL)